Pasutri Tewas Tertimbun Longsor
Minggu siang kemarin kondisi di kawasan tersebut memang sedang diguyur hujan, dan diketahui warga dua orang pasutri sedang menambang batu gunung di areal tambang rakyat di kawasan tersebut. Hingga ke sore harinya, pada pukul 16:30 tiba-tiba terjadi longsor dan batu menimbuni kedua pasutri tersebut. Warga setempat yang mengetahui kedua pasutri terjebak di reruntuhan batu dan kuatir terjadi longsor susulan lantaran kondisi cuaca masih diguyur hujan seharian itu, sehingga warga melaporkan musibah yang menimpa kedua pasutri ini ke tim penanggulangan bencana di Tapin. Selanjutnya, pukul 17:00 wita, setelah dipastikannya oleh warga tidak ada lagi
longsor susulan. Warga ditemani tim penanggulangan bencana langsung melaksanakan pencarian korban di reruntuhan batu dengan menggunakan alat manual seperti cangkul dan linggis. Setelah melaksanakan pencarian jasad korban, akhirnya pencarian berbuah hasil dan kedua jasad pasutri itu ditemukan tim penanggulangan bencana yang dibantu warga sekitar, setelah selama 12 jam tertindih reruntuhan longsor batu. Kedua jasad pasutri itu ditemukan pada pukul 4:00 wita subuh, senin keesokan harinya.
Kedua korban pasutri tersebut adalah warga perantauan yang berasal dari Jawa Timur. Dan sebelum kejadian kedua pasutri tersebut bekerja sebagai penambang batu di desa Baramban kecamatan Piani. Dan bermukim di desa Baramban Rt.02 Rw.01 Kecamatan Piani. Kedua pasangan Suami Istri tersebut bernama Rasyidi 56 tahun dan Sri Agung 46 tahun. Demikian informasinya dari Tim penanggulangan Bencana Tapin, Sugiri dan Tim Kordinasi
Tagana.(rull)
0 komentar:
Posting Komentar