JavaScript is required to view this page. 2011

BURONAN DITANGKAP DI PELAIHARI (Di GAP memberontak dengan 2 Sajam)

RANTAU, Pelaku pembunuhan yang terjadi di desa Walang Kecamatan Tapin Utara pada akhir bulan Maret 2011 lalu, akhirnya ditangkap aparat kepolisian di Pelaihari Rabu (20/4) kemarin.
Pelaku pembunuhan, Jefri Miharza alias Jefri (28), warga Desa Walang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, tak berkutik, saat petugas menangkapnya ketika sedang nongkrong di Jembatan bersama kawan-kawannya.
Pernyegapan terhadap pelaku pembunuhan ini dilakukan oleh anggota Buser Tala dibantu aparat Polsek Tala pada Rabu (20/4) kemarin. Tersangka ditangkap dengan 2 bilah senjata tajam dan sempat memberontak.
Kapolres Tapin melalui Kapolsek Tapin Utara Iptu Mansyah, SH saat dikonfirmasi MataBanua kamis (21/4) kemari mengatakan, tersangka tertangkap di Pelaihari ketika sedang nongkrong dan kumpul bersama kawan-kawannya di jembatan.
Sesuai laporan BAP No.LP/K/13/III/2011/KSK/Polres Tapin/Sektaput, terdata kasus pembunuhan terjadi di Desa Walang, Kecamatan Tapin Utara, pada 26 Maret 2011 pukul 17:00 Wita. Usai kejadian si pelaku melarikan diri (red.buron), hingga Polres Tapin dan Polsek Tapin Utara mendaftarkan namanya sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang), foto pelaku disebar ke seluruh Polsek di Kalsel. Selanjutnya aparat di Polres Tapin mulai mencari informasi keberadaan tersangka dan melakukan lidik pada 28 Maret 2011, waktu itu kita dapat info keberadaan tersangka di Perkapuran Banjarmasin namun setelah petugas menelusuri hasilnya nihil. Dan pada 19 April 2011 sekitar 25 hari Ia buron, aparat mendapatkan informasi kembali keberadaan tersangka yang bekerja disalah satu perusahaan di Pelaihari, berkordinasi dengan Polsek Tala ternyata identitas pelaku cocok dengan DPO yang disebar oleh Polres Tapin. Keesokan harinya tanggal 20 April 2011 tersangka ditangkap Buser Tala, dan tersangka langsung dibawa ke Polsek Tapin Utara. “Sampai jam 3:00 Wita dini hari kita tadi malam (red.kamis dini hari), dan tersangka kini berada di Polsek Tapin Utara, “kata kapolsek Tapin Utara didampingi Divisi Humas Polres Tapin, AIPDA, Budi Setyawan.
Dikatakannya, “Sempat memberontak tersangka ketika ditangkap, juga didapat ada pada dirinya 2 bilah senjata tajam. Teridentifikasi bahwa pelaku juga adalah mantan nara pidana di Pelaihari terkait kasus Curat (Pencurian dan Pemberatan), “katanya.
“Modus dipicu lantaran kesalahpahaman antara pelaku pembunuhan Jefri Miharza alias Jefri (28) dengan korban Michael (28) supir karyawan perusahaan di Pelaihari. Korban ditusuk bagian dada sebelah depan dan perut sebelah kanan. KOrban dikejar langsung ditusuk tersangka, selanjutnya tersangka melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 25 hari, “katanya. (Rull)

DiSiram Air Keras Oleh Mantan Suami (Teriak Keras Minta Tolong)

RANTAU, Duh teganya pria ini, Ia menyiram mantan istri dengan air keras hingga bagian tubuhnya melepuh kepanasan dan meninggalkan bekas luka mendalam atau paling tidak bagian kulit yang rusak. Diduga pria ini cemburu terhadap mantan istrinya. Setelah teriak minta tolong korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Datu Sanggul Rantau, pada akhirnya di rujuk ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin, Kalsel.
Kapolres Tapin melalui divisi bagian Humas Di Polres Tapin, AIPDA, Budi Setyawan mengatakan dalam laporan B.A.P bahwasanya korban yang disiram air keras oleh mantan suami.
“Korban bernama Rosiana alias Yana (30) alamat Pasar Raya Rantau Kecamatan Tapin Utara. Pada Rabu (20/4) sekitar pukul 14:00 Wita, korban waktu itu berada di warung yang ada di pasar Rantau, Ia sedang menikmati secangkir hidangan minuman. Selang beberapa waktu datang pria yang dikenal adalah mantan suaminya dan mengajak korban ke belakang warung berdua. Selang beberapa waktu kemudian korban teriak minta tolong dan ternyata didapati wajah korban sudah melepuh kepanasan karena habis tersiram air keras. Selanjutnya pelaku melarikan diri dan korban dilarikan ke Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau, sementara kasus masih diproses lebih lanjut di kepolisian setempat, “katanya. (Rull)

Mayat Tanpa Sanak Keluarga di Temukan Tewas Di Rumah Asrama Polisi

RANTAU, Sesosok mayat laki-laki tanpa sanak keluarga ini ditemukan tewas di salah satu rumah di Asrama Brimob Polres Tapin, Bitahan, pada Sabtu (26/2) pagi kemarin. Saat ditemukan salah seorang warga sabtu pagi kondisinya sudah meninggal dunia, dan mayatnya langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau.

Ketika MataBanua mengkonfirmasi ke UGD RSUD.Datu Sanggul Rantau, pihak rumah sakit tidak berani berkomentar, apalagi memberikan hasil visum maupun identitas korban. Selanjutnya MataBanua ke Reskrim Polres Tapin pada Sabtu (26/2) kemarin, dan menanyakan informasi tersebut terhadap petugas. Namun lantaran hari libur, sehingga sama seperti sebelumnya.

Selanjutnya mencoba menggali informasi dari petugas, bahwa korban diduga tewas akibat sakit liver yang dideritanya. Korban ini tak memiliki sanak keluarga sehingga mayatnya diserahkan kepada petugas Dinas Sosial Tapin untuk mengurusinya. Ia adalah seorang perantauan ke Kalimantan Selatan dan bekerja, dan memiliki teman yang tinggal di asrama polisi. Karena tidak ada sanak keluarga, sehingga mayat tersebut diserahkan kepada dinas Sosial setempat untuk mengurusinya. Pada Sabtu Siang, mayat tersebut dimandikan dan dikafankan oleh petugas Tagana Tapin didampingi anggota Tim Emergensi 922 Tapin, bertempat di RSUD.Datu Sanggul Rantau. (Rull)