JavaScript is required to view this page. Agustus 2010

Warung Ramadhan Salah Satu Titik Kawasan Razia Pekat

RANTAU, Bulan Ramadhan 1431 Hijriah, Polres Tapin dan jajarannya melaksanakan operasi pekat dengan dilaksanakannya razia penyakit masyarakat disejumlah titik lokasi. Diantaranya adalah warung malam Ramadhan yang biasanya warung ini muncul setiap bulan Ramadhan di sejumlah titik kawasan di daerah ini. Tujuan dilaksanakan razia tersebut untuk memberikan rasa aman bagi umat muslim di daerah ini didalam melaksanakan ibadah puasa.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tapin, AKBP.Selamet Setiono, Sik,
kepada wartawan kemarin.

Katanya, “Operasi ini telah dilaksanakan, menyusul setelah kita menginstruksikan kepada jajaranya untuk melaksanakan operasi pekat di sejumlah titik lokasi, seraya mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum masyarakat. Bahkan saat operasi berjalan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang-bukti, dan para pelaku pekat.
” Sasaran dari razia pekat yang dilaksanakan oleh jajaran di Polres Tapin adalah perkelahian, minuman keras, senjata tajam, dan perjudian. Selain melakukan operasi pekat ini, kita juga melakukan tindakan preventif. Yakni dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif di dalam menjaga kantibmas di lingkungannya masing-masing, "katanya.

"Kita akan terus melaksanakan patroli rutin yakni pada waktu umat Muslim didaerah ini sedang mengerjakan sholat Tarawih sampai selesai, juga di kawasan jalur dimana biasa pada malam harinya bermunculan warung-warung dadakan yang dapat menimbulkan perkelahian juga mabuk-mabukan. Dikawasan tradisi mewarung di bulan Ramadhan pihaknya
terus melaksanakan patrol, “katanya.

Menurutnya, setiap kasus meresahkan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat secepatnya diambil tindakan. Karena bagi pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarkat akan terus disikat dan dibekuk. "Kita akan ungkap setiap kasus yang terjadi dalam waktu dekat. Dan tidak ada tolerensi bagi pelaku kejahatan yang membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat didaerah ini,” pungkasnya.

Pantauan wartawan, memang benar sejumlah aparat kepolisian melaksanakan patroli disejumlah titik kawasan didaerah ini semenjak memasuki bulan Ramadhan. Diantaranya dengan merazia sejumlah kendaraan dan menertibkan jalan di sore hari menjelang buka puasa di pusat kota Rantau. Selain itu juga, pihaknya melaksanakan patroli di kawasan
perdesaan tempat dimana warung-warung Ramadhan bermunculan ketika bulan Ramadhan.(rull)

Jenazah Korban Akhirnya Ditemukan




RANTAU, Setelah di-nyatakan hilang selama 44 Jam, dan telah di cari oleh Petugas Emergensi selama waktu itu. Akhirnya jenazah Ahmad Ridani Bin Suriansyah (6), ditemukan Petugas, dengan kondisi mayat yang telah terbujur kaku.

Jenazah korban ditemukan kurang lebih 1 Km dari tempat kejadian, setelah dinyatakan hilang. Ditemukan oleh petugas, pada pukul 13:53 Wita, Kamis Sore kemarin.
“Setelah dinyatakan hilang sejak selasa sore kemarin pukul 17:00 Wita, akhirnya jenazah korban ditemukan, “kata Sukarman, Kepala Dinas Sosial Penduduk dan Tenaga Kerja Tapin. Selanjutnya usai ditemukan petugas, jenazah korban langsung dibawa ke
RSUD.Datu Sanggul Rantau untuk divisum. Dan setelah itu, jenazah korban dibawa pulang ke kampungnya di desa Labung, Kecamatan Tapin Tengah.

Dari keterangan anggota Tagana, “Jenazah korban ditemukan berjarak 1 Km ke hilir dari tempat dinyatakan dirinya hilang. Saat proses pencarian, Tagana melalui speedbootnya membuat ombak dengan menyisir aliran sungai ke hulu dan ke hilir, guna menggoyang air dan membuat ombak cukup besar, “katanya.

Diungkapkan Pak Karman, “ Sebelumnya direncanakan, proses pencarian kita akan
hentikan dihari ketiga, Pada kamis Sore. Dihari ketiga itu, korban ketemu atau tidak ketemu. Keputusan kita akan menghentikan pencarian, mengingat petugas kita sudah tiga hari mencari. Terlebih kita sudah melayangkan izin keatasan. Namun, bersyukur akhirnya korban ditemukan setelah dinyatakan hilang selama 44 jam, “katanya.

Sementara, Rahmat Tim emerginsi gabungan di seksi Medik, menyatakan, " Petugas yang turun mencari korban terdiri dari Emergensi 922 Tapin, Tagana Tapin, BPK, Medik, Dasipena, dan Relawan Emergensi 922 lainnya. Dibantu dengan relawan dari Tagana, Medik, Dasipena Kabupaten tetangga, Hulu Sungai Selatan. demikian Rahmat.

Tim Emergensi Cari Anak Hilang DiSungai Tapin




RANTAU, Tim Emergensi gabungan masih berusaha mencari Ahmad Ridani bin Suriansyah (6), yang hilang disungai Tapin Desa Shabah, Kecamatan Bungur, Selasa (10/8) sore kemarin. Sebagaimana dikutip dari harian MataBanua di tempat kejadian Ahmad Ridani pertama kalinya dikatakan hilang di desa Shabah, tepatnya di bawah pohon jati. Nampak terlihat sejumlah petugas Emergensi terus menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet untuk melakukan pencarian jasad korban yang tenggelam selama sehari semalam itu.

Ahmad Ridani (6), putra Suriansyah, warga Desa Labung Rt.1 Kecamatan Tapin Tengah, hilang disungai ketika sedang bermain diatas rakit. Ia hilang ketika orang tua sedang mengupah angkut hasil tambang, dan baru menyadari seraya bertanya kemana anakku. Namun dijawab warga setempat, terakhir kalinya dilihat diatas rakit lanting.
Mengutip keterangan Akhmad warga setempat, “Suriansyah (red.abahnya) sedang bekerja waktu itu dan ia membawa anaknya Ahmad Ridani(6), Ia warga desa Labung bukan warga Shabah. Si abah sedang begawi (red.bekerja) meupah angkut hasil tambang, karena di sekitar dan seberang sungai adalah areal tambang batu pasir dan batu sungai. Setelah itu, si Abah (red.ayah) balik ketempat dan mencari-cari anaknya. Lantas di jawab oleh orang sekitar, tadi di atas lanting (rakit) bamboo. Sudah dipadahi anak itu, agar segera naik keatas dan jangan main dilanting itu, selanjutnya, ya
sudah, “katanya. (Rull)

Truk Kontainer Tabrak Warung dan Rumah



RANTAU, Truck Kontainer menghajar sebuah warung dan rumah warga ditepi jalan Brigjen H.Hasan Basri Bitahan 3,5 Km, Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat, Rantau, Selasa (10/8) sore. Warung dan rumah yang tertabrak truk bernomor DA7678UF itu adalah warung penjual nasi bungkus, dan sebuah rumah yang dihuni tiga orang, diantaranya Masruni (30) Ihan (31), dan Ibunya.

Sementara mengutip keterangan Rajidi, Anak pemilik rumah tersebut mengatakan, truk kontainer yang menabrak itu didepannya beriringan dengan kecelakaan sepeda motor menuju kota Rantau dari Kandangan. Supir truk yang masih ada dilokasi mengaku bernama Sutikno mengetahui didepannya terjadi kecelakaan sepeda motor, lantas banting kendali supir hingga akhirnya menabrak sebuah warung dan rumah. “Supir
memutuskan untuk banting stir, ketimbang melindas korban yang terjatuh dari sepeda motor, dia lebih memilih menabrak warung dan rumah ibu saya. Kejadiannya itu terjadi pukul 14:30 Wita, “katanya.

Sementara Ihan (31) adik Rajidi mengaku saat kejadian sedang tidur di kamar muka, mendengar truk menabrak rumahnya kaget bukan kepalang. Seraya berkata, “Ada, truk masuk rumahku, “katanya.

Penghuni rumah tersebut ada tiga orang, yakni Masruni (30), Ihan (31), dan ibunya yang sedang sakit stroke selama setahun. Mereka semuanya wanita, karena kakaknya bernama Rajidi tinggal berpisah di desa Waringin Kecamatan Bakarangan, bersama istri dan anaknya. Sementara secara terpisah warga yang turut menonton mengatakan, beruntung saat kejadian warung sedang tutup. Karena sudah buka berdagang malam tadi, alhamdullilah tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun pastinya, sebuah teras rumah dan warung hancur tertabrak. Saat proses penarikan kepala truk yang menempel depan rumah ditarik dengan alat berat milik PU, beberapa petugas terlihat kuatir akan rumah dengan kontruksi kayu yang dibuat pada tahun 75-an rubuh.
Saat kejadian, arus jalan raya lalu lintas luar kota tersebut macet total. Dikarenakan banyak warga maupun penumpang didalam mobil yang melintas singgah untuk menonton insiden tersebut. (Rull)